Sabtu, 19 Juli 2014

LAWAN DINASTI NGAWI

ADAKAH LAWAN DINASTI NGAWI ?

Dari sambang desa, kami mendapatkan kabar bahwa telah ada sosok kepala desa yang berani untuk melawan dinasti Kepemerintahan di Kabupaten Ngawi. Dia adalah Jumirin, seorang Kepala Desa Klitikyang saat ini masih menjabat.


Ngawi -  Kabar santer tentang rencana naiknya Jumirin menjadi candidat dalam perhelatan pemilihan kepala daerah Kabupaten Ngawi 2015 sudah sangat terasa. Informasi didapat dari berbagai kalangan, terutama di kalangan pemerintahan desa. "Saya belum mendapat kabar resmi dari beliau, tetapi jika beliau niat untuk membuat perubahan Ngawi, kami siap mendukung", kata seorang Kepala Desa di Kecamatan Geneng yang tak mau disebut namanya. 
Sampai saat ini, awak media belum dapat menemui yang bersangkutan. Namun santernya kabar tersebut telah sampai pada kalangan pebisnis dan Pemerintahan Desa. Hal ini dikuatkan pula oleh masyarakat sekitar. Dari beberapa orang yang sempat diwawancarai awak media, mereka belum tahu bahwa Kepala Desanya akan mencalonkan Bupati di Kabupaten Ngawi untuk tahun 2015 mendatang. Namun jika ini terjadi, masyarakat akan mendukung sepenuhnya. "Yen Mbah Lurah maju Bupati masyarakat Klitik yo mesthi mendukung to mas", kata seorang warga. 
Dari sumber http://tunasbangsabela.blogspot.com, yang pernah bertemu dengan beliau, menerangkan bahwa Jumirin tidak mencalonkan untuk menjadi Bupati Ngawi, namun hanya seorang Wakil Bupati Ngawi. Mewakili siapa, nara sumber belum mengetahui.
 Terlepas pencalonan Jumirin sebagai Calon Bupati atau Calon Wakil Bupati, perhelatan pemilihan dewan 2014 kemarin, PDIP diperkirakan akan merekomendasikan Ir. Budi Sulistyono sebagai calon Bupati.Dengan 15 kursi yang dimilikinya PDIP mampu mengangkat calon sendiri. Jika duet in cumbent saat ini pecah, maka Oni Harsono akan berangkat dari  PAN. Karena saat ini beliau adalah Dewan Penasehat PAN, namun PAN kurang cukup kursi, dan kemungkinan akan menggandeng Golkar, dimana diketahui Golkar di Ngawi minedate dengan nama Harsono yaitu orang tua dari Oni Harsono.  
Sesuai hasil Pileg kemarin dari 45 kursi di DPRD Kabupaten Ngawi banyak didominasi oleh PDI Perjuangan dengan mendulang 15 kursi dari 118.843 suara. Untuk Partai Golkar tetap menunjukan eksisnya dengan mengamankan 7 kursi dari 54.221 suara disusul Partai Gerindra memposisikan 5 kursi dari 31.288 suara.  Sedangkan PKB dengan 4 kursi mendasar 23.792 suara dan PKS juga sama 4 kursi 25.112 suara ditambah Partai Nasdem 2 kursi mendasar 22.250 suara, PAN 2 kursi dari 21.411 suara, Partai Demokrat mendapatkan 2 kursi dari 23.305 suara, Partai Hanura 2 kursi dari 17.563 suara dan PPP hanya berbagi 2 kursi dari 20.849 suara.
Ketika media menemui ketua Gerindra, A.H. Najamuddin, beliau mengatakan "Kami belum memikirkan untuk calon Bupati Ngawi 2015 mas, saat ini kami masih konsentrasi pada Pilpres, kalau toh ada calon, maka orang tersebut harus memiliki jiwa Patriotis, Nasionalis, dan tidak ragu untuk memperbaiki Masyarakat di Kabupaten Ngawi. Namun saya tegaskan bahwa sampai saat ini, hal itu belum kami pikirkan", tegasnya.
Begitu pula ketika disodorkan nama Jumirin, ketua Gerindra menjawab dengan senyum, "siapapun boleh, dan kami terbuka dengan siapapun".
Melihat hal tersebut dari Partai manakah calon lawan Dinasti Pemerintah Kabupaten Ngawi yang saat ini muncul nama Jumirin akan berangkat. Kita tunggu bersama. (sep)